Site icon NewsFor.id | News For Indonesia Berita Terpercaya Untuk Masyarakat

Sejarah Batu Gantung, Wisata Sumatera Utara

Sejarah Batu Gantung, Wisata Sumatera Utara

Sejarah Batu Gantung – Bagi kalian yang adalah masyarakat Sumatera Utara pastinya sudah tidak akan asing lagi dengan kisah batu gantung yang ada di sekitaran Danau Toba kan? Dimana kisahnya ini selain sudah terkenal di seluruh Indonesia. Kisah dari batu gantung sendiri juga sudah terkenal sampai ke penjuru dunia. Jika kamu penasaran dengan kisah yang sangat viral dari tempat wisata yang satu ini, dalama artikel singkat ini kami akan merangkum nya untuk kalian.

Batu Gantung adalah salah satu panorama berupa pahatan bebatuan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba. Letak Batu Gantung berada di Parapat, Sumatera Utara, tepatnya di tepi Danau Toba dan tidak jauh dari Pulau Samosir. Di balik keindahannya, Batu Gantung ternyata memiliki cerita yang diyakini masyarakat sekitar sebagai sebuah legenda. Berikut ini sejarah Legenda Batu Gantung yang terletak di tepi Danau Toba.

Sejarah Batu Gantung Yang Viral

Menurut sejarah, konon, Batu Gantung bermula dari kisah seorang gadis yang hendak dijodohkan oleh orang tuanya. Kendati demikian, ada dua versi cerita yang berkembang di masyarakat. Versi pertama menyebut bahwa terhadap zaman dulu, ada sebuah desa di tepi Danau Toba yang ditinggali oleh sepasang suami istri. Mereka dikaruniai anak gadis yang cantik dan berbakti bernama Seruni. Ketika berusia remaja, Seruni mempunyai kekasih bernama Sidoli. Suatu ketika, mereka terpaksa wajib berpisah, karena Sidoli pergi merantau untuk mencukupi biaya pernikahannya bersama Seruni. Di tepi Danau Toba, Seruni meminta Sidoli berjanji bahwa ia dapat kembali lagi. Seruni pun tetap menanti sang kekasih hati. Sementara itu, ayah Seruni adalah seorang petani sekaligus nelayan. Akan tetapi, hasil dari nelayan digunakan untuk berpesta hingga sang ayah terlilit utang yang sangat banyak.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Terindah di Indonesia yang Telah Terkenal

Karena tidak bisa membayar, ayahnya diminta menjodohkan Seruni bersama anak temannya. Tidak mempunyai pilihan lain, ayah Seruni menyetujuinya. Saat ayahnya tengah berbincang bersama sang ibu tentang perjodohan itu, Seruni tidak sengaja mendengarnya. Ia pun menangis dan teringat dapat janjinya kepada Sidoli. Keesokan harinya, Seruni pergi ke ladang layaknya biasa, namun dalam situasi hati yang sangat sedih. Seruni hanya berdiam sembari melamun, karena teringat dapat rencana perjodohannya. Tanpa disadari, ia menangis tersedu-sedu sambil terjadi ke Danau Toba. Ketika hingga di tepi Danau Toba, Seruni terperosok ke dalam lubang batu yang besar dan sangat gelap. Seruni mulai keresahan dan berteriak meminta tolong, namun tidak ada yang mendengarnya.

Saat itu, ada anjing Seruni bernama Toki yang melihatnya, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam situasi yang telah sangat putus asa, Seruni berteriak, “parapat, parapat batu”, yang memicu dinding batu selanjutnya mulai merapat dan mengimpit tubuhnya. Melihat situasi majikannya, Toki langsung berlari ke rumah dan berikan sinyal kepada orang tua Seruni. Sadar dapat sinyal tersebut, ke-2 orang tua Seruni bergegas ikuti Toki dan hingga ke tepi lubang batu daerah putrinya terjatuh. Ayah Seruni mengupayakan menyelamatkan dan punya niat untuk turun, namun mengurungkan niatnya setelah jelas bahwa lubang selanjutnya sangat dalam dan gelap. Tiba-tiba, terdengar nada gemuruh dan guncangan besar yang memicu lubang selanjutnya perlahan-lahan kian menutup. Seruni pun tidak terselamatkan, dan setelah guncangan berakhir, keluar batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis. Konon, batu itu dipercaya sebagai penjelmaan dari Seruni. Masyarakat kurang lebih lantas menamainya sebagai Batu Gantung.

Exit mobile version