Site icon NewsFor.id | News For Indonesia Berita Terpercaya Untuk Masyarakat

Gaya Hidup Minimalis ala Orang Jepang yang Baik Dicontoh

Gaya Hidup Minimalis

Gaya Hidup Minimalis –  saat ini sedang ramai di perbincangkan oleh anak muda Gen Z. Hidup minimalis, pun kerap di terapkan oleh mereka. Dengan gaya hidup minimalis, kita akan memperoleh banyak manfaat.

Biaya hidup di kota kota besar memang cukup merogoh kocek, belum lagi pengaruh trend yang semakin menggoda. Namun, dalam sebuah Buku yang berjudul Good Bye Things – Hidup Minimalis ala Orang Jepang, yang di tulis oleh Fumio Sasaki, mampu menginspirasi anak anak muda Gen Z untuk hidup minimalis

Hidup minimalis adalah hidup yang fokus pada pengurangan hal yang bisa menghalangi untuk melakukan hal hal penting. Menurut Joshua Becker seorang penulis buku Becoming Minimalist, minimalis adalah hal hal yang membuat kita bahagia dan menghilangkan hal hal yang tidak membuat kita bahagia. Hal ini berkaitan dengan hidup sederhana

1. Hidup Rapi

Hidup rapi adalah semua harus tertata dengan rapi. Kita bisa merapikan barang barang yang tidak lagi terpakai. Kalan bisa merapikan barang barang yang tidak lagi terpakai. Kita bisa menggunakan metode 90/90 saat merapikan barang barang.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang tersebut terpakai 90 hari terakhir, atau apakah barang tersebut akan kita gunakan dalam waktu 90 hari ke depan?

Jika jawabannya tidak maka, barang tersebut tidak lagi kita gunakan. Sehingga barang tersebut dapat kita buang, jual, atau kita hibahkan kepada orang orang yang memang membutuhkanya

2. Merapikan Rumah Secara Berkala

Cara berikutnya adalah, merapikan rumah secara berkala. Kalian bisa merapikan rumah seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali. Hal ini bermanfaat, agar kalian mengetahui apakah ada barang yang menumpuk tidak digunakan lagi atau masih di gunakan.

Jika tidak di gunakan lagi, bisa segera kita buang atau jual.

Baca Juga: Update Terkini Gaya Hidup Konsumtif Di Era Modern

3. Membeli Barang Sesuai Kebutuhan

Membeli barang sesuai kebutuhan adalah hal positif bagi keuangan kita. Terkadang motif yang lucu membuat kita konsumtif. Sehingga fokuslah pada kebutuhan bukan keinginan. Ada baiknya kalian membuat daftar belanja yang sesuai kebutuhan agar tidak terjadi over budget.

4. Pilih Kualitas Bukan Kuantitas

Yup, ketika membeli sesuatu kita harus memperhatikan kualitas produk tersebut, meskipun mahal sedikit tetapi memiliki kualitas yang bagus dan tahan lama, why not?

Bukan cenderung pada kuantitas, buat apa banyak, tapi tidak memiliki manfaat? Jadi fokuslah pada kualitas bukan kuantitas ya

5. Kurangi Ikatan Emosi Pada Suatu Barang

Memiliki ikatan emosi pada suatu barang akan sulit kita melepasnya, padahal barang tersebut sudah lama tersimpan di gudang tetapi tidak memiliki manfaatnya dalam hidup.

Cobalah untuk mengurangi ikatan emosi pada suatu barang, sehingga ketika kalian ingin menjual atau membuang nya tidak akan terasa berat lagi

Exit mobile version